“Teman…apakah masih jauh tempatnya?”, tanya Didi memberanikan dirinya.

“Tidak, kita sudah sampai! Di sini kita istirahatnya”, jawab Hiu.

“Di sini?”, tanya Didi dengan nada tidak percaya.

Ya.. apa kamu keberatan?”, tanya Hiu.

“Tidak…!”, jawab Didi dengan nada gemetar. Ia sangat ketakutan karena Hiu membuka mulutnya dan terlihatlah gigi-gigi yang runcing. Dengan perlahan Hiu berenang mendekati Didi, sembari sedikit demi sedikit membuka mulutnya. Melihat hal itu Didi mulai sadar bahwa ia akan dimangsa oleh Hiu itu.

 

“Celaka… aku mau dijadikan santapannya!”, ujar Didi mulai panik. “Bagaimana caranya aku dapat lolos ya?”, katanya lagi. Dengan ketakutan Didi melihat ke kiri dan ke kanan. Ia mencari-cari jalan keluar dari gua itu. Tiba-tiba ia melihat sebuah celah di sebelah kirinya, cukup untuk ia masuk. Dengan cepat Didi berenang menuju celah itu.

“Berhasil! Aku dapat menyelamatkan diri. Tetapi sampai berapa lama aku bersembunyi di sini?”, dengan rasa sedih Didi melihat ke sekelilingnya. Tidak berapa lama ia melihat bahwa celah itu agak luas di bagian belakangnya. Dengan agak ragu-ragu Didi menyusuri celah itu. Semakin jauh ia berenang semakin besar harapannya untuk dapat selamat, karena ia melihat di ujung celah itu ada lubang yang menuju laut lepas.

 

“Hore… aku selamat! Aku mau pulang ke kolam lagi! Di sini tidak aman!”, dengan cepat Didi berenang meninggalkan tempat itu. Ia berusaha mencari jalan menuju sungai dimana ia datang tadi. Pagi harinya, Didi  sampai di sungai. Ia lalu menyusuri sungai itu agar dapat sampai ke kolam tempat tinggalnya. Setelah berenang cukup lama akhirnya ia menemukan saluran air kolam dan untunglah saluran air itu belum ditutup.

 

“Syukurlah aku dapat kembali lagi ke kolam ini”, ujar Didi sembari mencari Bono temannya. Ia mau menceritakan pengalamannya yang menakutkan itu. Tidak lama kemudian ia menemukan sahabatnya.

“Bon, benar apa yang kamu katakan itu”, kata Didi.

“Apa maksudmu, Di?”, tanya Bono agak heran.

“Bahwa tempat kita memang di sini. Kemarin aku meloloskan diri lewat saluran air dan akhirnya aku sampai di laut”, ujar Didi terdiam sejenak.

“Lalu…?”, tanya Bono penasaran.

“Aku mengalami kejadian yang sangat menakutkan”, kata Didi dengan wajah sedih.

 

“Kejadian apa? Kamu ini bercerita tidak jelas”, ujar Bono.

“Sewaktu aku sampai di laut hari sudah gelap. Tidak satu pun ikan yang tampak”, kata Didi. Kemudian dia menceritakan peristiwa perjumpaan dengan Hiu itu.

“Aku mau dimangsa ikan besar itu! Keterlaluan dia menipuku”, kata Didi.

“Jenis apa dia?”, tanya Bono.

“Aku tidak tahu, Bon! Ikan itu punya gigi yang tajam dan runcing”, kata Didi.

“Oh, itu sih, Si Hiu yang ganas!”, kata Bono

 

“Mungkin! Aku tidak tahu… tetapi menyeramkan sekali wajahnya. Aku ketakutan sekali, apalagi ia berenang menghampiriku dengan membuka mulutnya lebar-lebar”, kata Didi.

“Kemudian apa yang terjadi?”, tanya Bono semakin penasaran.

“Aku bingung dan takut! Aku mencari cara untuk  menyelamatkan diri. Dan akhirnya menemukan sebuah celah, lewat celah itulah aku dapat pulang ke sini dengan selamat”, kata Didi sembari mengeluarkan air matanya.

“Syukurlah… kamu tidak menjadi santapan Hiu itu!”, kata Bono.

 

“Ya… aku minta maaf padamu, Bon, karena tidak mendengarkan peringatanmu”, kata Didi.

“Jadikanlah itu sebagai pengalaman yang berharga untukmu, Di! Tempat yang kelihatan bagus itu belum tentu cocok untuk kita. Biasa… rumput tetangga lebih bagus dari pada rumput di halaman sendiri…ha..ha…”, kata Bobo sembari tertawa.

“Betul itu, Bon!”, kata Didi.

“Nah… sekarang bagaimana perasaanmu setelah pulang kembali?”, tanya Bono.

 

“Aku sangat gembira dapat pulang dengan selamat ke kolam ini. Aku berjanji tidak akan punya pikiran untuk meninggalkan kolam ini lagi! Rumah kita di sini, Bon!”, kata Didi sembari memeluk Bono.

“Baguslah kalau begitu! Kamu menyadarinya sekarang”, jawab Bono ikut memeluk Didi dengan wajah penuh haru. Di hari-hari selanjutnya, Didi lebih menikmati hidupnya di kolam itu. Ia tidak memikirkan lagi keadaan kolam yang sempit dan kecil, karena ia sadar bahwa memang di sinilah tempat yang cocok untuk hidupnya.