AKRAB MESKIPUN BEDA USIA

“Punya teman akrab sungguh menyenangkan dan asyik! Kami saling menolong bila ada yang mengalami kesulitan. Suatu ketika teman akrab bertandang ke rumah ternyata hari hujan deras. Mereka tidak dapat pulang ke rumah, saya pinjami mereka payung dan mantel hujan. Besoknya, mereka mengembalikannya. Lain waktu, saat saya terjatuh, mereka bantu mengobati”, kata CHAREN KASIH CAROLINA SIHOMBING.

Murid kelas V SDK Vincentius Sikakap Mentawai ini menyebut beberapa teman akrabnya, yakni Lala, Suci, Jenita, Tiara, Daniel. Selain teman sebaya, ada juga kakak kelas tingkat SMP. “Mulanya, kami berteman biasa saja, namun lama-kelamaan menjadi sahabat dekat dan akrab meskipun berbeda usia. Saya mengenal mereka satu hingga dua tahun sebelumnya. Dalam pertemanan itu, kami mengutamakan semangat tolong-menolong”, ucap Karen, panggilannya.

Sahabat Mekar kelahiran Medan (Sumatera Utara) 21 September 2012 ini bercita-cita menjadi seorang dokter, karena suka melihat dokter bekerja. Orangtua salah seorang temannya adalah dokter berpraktik di Sikakap – Pagai Utara, Kepulauan Mentawai. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Petrus Sihombing dan Triberti Simare-mare ini sering bermain dokter-dokteran di rumah temannya. Di tempat temannya ini, ada alat permainan mirip peralatan dokter.

Untuk mencapai cita-citanya, Karen bertekad belajar dengan sebaik mungkin dan bersungguh-sungguh. Hasilnya, sejak kelas tiga SD, penggemar kegiatan menggambar ini mendapat peringkat empat besar. Sepulang sekolah, ia pun berganti seragam sekolah dan makan siang. Karen ikut membantu orangtua menjaga adik lelakinya yang masih berusia tiga tahun. Di sore hari, ia meluangkan waktu bermain bersama teman tetangga rumah. Permainan petak umpet paling disuka Karen dan kawan-kawan.

Orangtuanya memberikan dukungan penuh, misalnya penyediaan alat menggambar (pensil warna, buku gambar). Pada umumnya, sejak kelas empat SD, Karen suka menggambar rumah. Tempat menggambar pun beragam: buku tulis, buku gambar, kertas HVS. Selain itu, ia gemar kegiatan menari. Karen sering dipilih tampil menari di sekolah maupun gereja Paroki St. Maria Assumpta Sikakap.

Saat kunjungan pastoral pertama kali Bapa Uskup Vitus Rubianto (23-29 September 2022), Karen tampil menari saat acara ramah-tamah di Aula Paroki. Saat itu, Minggu (25/9), Karen dan kawan-kawan menari di depan para penerima Sakramen Krisma dan orangtuanya, anggota Dewan Pastoral Paroki/DPP dan Dewan Stasi, suster, frater, pastor, dan Bapa Uskup Vitus. Karen sering ikut serta pada berbagai lomba yang diadakan sekolah, di antaranya pertandingan bola voli dan lari. (amh)